Introduction
Keluhan paling umum yang dialami oleh orang dewasa adalah kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidur. Hal ini mengakibatkan kesulitan dengan konsentrasi serta memori dan secara keseluruhan adalah dengan penurunan kualitas hidup (Ancoli-Israel & Ayalon, 2009). Gangguan tidur yang paling sering dijumpai adalah Insomnia, kemudian ada Narcolepsy, Nightmares (mimpi buruk) dan Sleep Walking (tidur berjalan). Ada kecenderungan asumsi bahwa Insomnia adalah masalah dalam tidak cukupnya jumlah tidur (Benca, 2005). Narcolepsy muncul sebagai kecenderungan untuk tertidur dengan mudah dan butuh usaha ekstra untuk menghindari tidur dalam situasi ini (Black, Nishino, & Brooks, 2005). Nightmares atau mimpi buruk tampaknya muncul dari tidur ringan dan atau terganggu dari tidur REM (Raskind, et al., 2003). Sleep Walking atau tidur berjalan umumnya terjadi pada anak-anak usia 11-15 dan biasanya terjadi pada jam pertama atau kedua (Cartwright, 2004).
Metode Penelitian
Sebagian besar metode yang digunakan adalah dengan partisipan. 62 peserta menyelesaikan pengobatan dengan 3 bulan seterusnya dalam pengobatan Nightmares (Krakow, et al., 2001). Seorang pelajar berusia 27 tahun dirawat inap di unit psikiatri karena perilaku tidak teratur dan halusinasi pendengaran (Undurraga, Garrido, Santamaria, & Parellada, 2009). Dan kasus Mr. A dan Mr. B yang dibandingkan secara langsung melalui latar belakangnya dalam penelitian Sleep Walking (Cartwright, 2004). Tetapi ada juga penelitian yang menggunakan metode data, contohnya dengan mengumpulkan dua studi (satu pada satu pusat, yang lainnya di tiga pusat) menggunakan sejenis tiga-minggu acak, double-blind, dan desain studi paralel (Schwartz, Feldman, & Bogan, 2005).
Hasil
Semua tindakan menunjukkan peningkatan secara kasar dengan perubahan dalam keparahan klinis dari parah hingga sedang untuk kualitas tidur, gangguan tidur dan frekuensi mimpi buruk (Krakow, et al., 2001). Penggunaan obat sebagai penyembuhan juga turut menyumbangkan hasil, seperti prazosin (rata-rata dosis = 9,5 mg / hari pada waktu tidur, SD = 0,5) terbukti lebih unggul dari plasebo (Raskind, et al., 2003).
Kesimpulan
Gangguan tidur meskipun dianggap sepele, tetapi ada baiknya kita obati, terlebih jika sudah termasuk parah. Pengobatan untuk gangguan tidur bisa diprioritaskan pada 2 hal, yaitu obat-obatan dan terapi. Obat yang bisa digunakan adalah prazosin dan placebo (Raskind, et al., 2003). Terapi yang bisa digunakan adalah stimulus kontrol, relaksasi otot, paradoks niat, pembatasan tidur atau terapi perilaku (Benca, 2005). Metode yang digunakan untuk meneliti mengenai gangguan tidur secara mendalam biasanya adalah pastisipan. Tetapi ada banyak hambatan untuk pengakuan yang sesuai, diagnosis dan pengobatan insomnia, meskipun faktanya hal itu sangat lazim terkait dengan sejumlah konsekuensi yang merugikan dalam urusan pribadi, sosial dan ekonomi (Benca, 2005).
Pustaka Acuan
Ancoli-Israel, S., & Ayalon, L. (2009). Diagnosis and Treatment of Sleep Disorders in Older Adults. Focus, 7(1), 98-105.
Benca, R. M. (2005). Diagnosis and Treatment of Chronic Insomnia: A Review. Psychiatr Serv, 56(3), 332-343.
Black, J. E., Nishino, S., & Brooks, S. N. (2005). Narcolepsy and Syndromes of Central Nervous System-Mediated Sleepiness. Focus, 3(4), 585-597.
Cartwright, R. (2004). Sleepwalking Violence: A Sleep Disorder, a Legal Dilemma, and a Psychological Challenge. Am J Psychiatry, 161(7), 1149-1158.
Doghramji, K., Grewal, R., & Markov, D. (2009). Evaluation and Management of Insomnia in the Psychiatric Setting. Focus, 7(4), 441-454.
Jindal, R. D., Buysse, D. J., & Thase, M. E. (2004). Maintenance Treatment of Insomnia: What Can We Learn From the Depression Literature? Am J Psychiatry, 161(1), 19-24.
Krakow, B., Johnston, L., Melendrez, D., Hollifield, M., Warner, T. D., Chavez-Kennedy, D., et al. (2001). An Open-Label Trial of Evidence-Based Cognitive Behavior Therapy for Nightmares and Insomnia in Crime Victims With PTSD. Am J Psychiatry, 158(12), 2043-2047.
Raskind, M. A., Peskind, E. R., Kanter, E. D., Petrie, E. C., Radant, A., Thompson, C. E., et al. (2003). Reduction of Nightmares and Other PTSD Symptoms in Combat Veterans by Prazosin: A Placebo-Controlled Study. Am J Psychiatry, 160(2), 371-373.
Schwartz, J. R. L., Feldman, N. T., & Bogan, R. K. (2005). Dose Effects of Modafinil in Sustaining Wakefulness in Narcolepsy Patients With Residual Evening Sleepiness. J Neuropsychiatry Clin Neurosci, 17(3), 405-412.
Undurraga, J., Garrido, J., Santamaria, J., & Parellada, E. (2009). Treatment of Narcolepsy Complicated by Psychotic Symptoms. Psychosomatics, 50(4), 427-428.